Peretas Korut Serang 100 Target di AS Saat Trump Bertemu Kim Jong-un di Hanoi

0
22

InfoLampung.id – Sebuah laporan penelitian teranyar menyebutkan peretas Korea Utara, yang telah menargetkan pelaku bisnis di Amerika Serikat (AS) dan Eropa selama lebih dari dua tahun, diketahui terus melakukan serangan serupa pada pekan lalu, bahkan ketika Donald Trump bertemu dengan Kim Jong-un di Hanoi.

Serangan-serangan itu, yang termasuk upaya untuk meretas bank, perusahaan utilitas dan perusahaan minyak dan gas, dimulai pada 2017, menurut para peneliti di perusahaan keamanan siber McAfee, saat ketegangan antara Korea Utara dan AS membara.

Tetapi meskipun kedua belah pihak telah mengurangi ancaman mereka yang berapi-api dan memulai perundingan perlucutan senjata nuklir, serangan tetap ada, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Senin (4/3/2019).

Pengungkapan aktivitas peretasan terbaru Korea Utara menambah detail baru pada ketegangan seputar KTT pekan lalu, yang berakhir tiba-tiba tanpa kesepakatan. Setelah pertemuan pertama mereka, 15 bulan sebelumnya, Pyongyang telah setuju untuk menghentikan uji coba penembakan misilnya.

“Selama 15 bulan, Korea Utara belum menguji senjata karena negosiasi ini, tetapi selama 15 bulan yang sama, mereka tidak menghentikan aktivitas siber mereka,” kata Victor Cha, ketua Korea di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington.

Dengan bantuan agen penegakan hukum asing yang tidak disebutkan namanya, para peneliti McAfee mendapatkan akses ke salah satu server komputer utama yang digunakan oleh peretas Korea Utara untuk melakukan serangan.

Peneliti McAfee mengatakan mereka menyaksikan, secara langsung (real time), ketika Korea Utara menyerang jaringan komputer lebih dari 100 perusahaan di AS dan di seluruh dunia.

Bulan lalu, mereka memperluas targetnya ke perusahaan-perusahaan di Turki, yang beroperasi dari blok alamat Internet yang dilacak ke Namibia, salah satu dari sedikit negara yang memelihara hubungan persahabatan dengan Korea Utara.

“Mereka sangat, sangat, sangat aktif,” kata Raj Samani, kepala ilmuwan McAfee. “Kami telah melihat mereka memukul lebih dari 100 korban.”

Motif pasti serangan itu belum diketahui pasti.

Para peretas, menurut McAfee, sangat berpengalaman dan fokus, dalam banyak kasus, menyasar para insinyur dan eksekutif yang memiliki akses luar ke jaringan komputer dan kekayaan intelektual perusahaan mereka

sumber:liputan6.com

Tinggalkan Balasan